Oleh: deetha | September 22, 2008

Angin Bawakan Kabar Gembira

Deburan ombak melantunkan lagu

Irama sendu mengalun merdu

Tiupan angin berbisik syahdu

Angan terukir beralas batu

Hati gundah terbayang masa suram

Asa tertanam tak kunjung redam

Fantasi melayang ke ujung nirwana

Ingatan bangunkan harapan belaka

Dunia tampak maya karena hati meragu

Zaman inginkanku berlomba dengan waktu

Akal menolak dihasut nafsu

Jemu diriku dihantui belenggu

Api semangat mengomando maju

Niat sembuhkan hati yang pilu

Usaha digalakkan hasil menunggu

Wajah sumringah hati melega

Angin bawakan kabar gembira

Rona pipi memerah segera

Dahaga dan peluh bagai tak terasa

Hidup nelangsa sudah lewat masanya

Anugerah maha kuasa buktikan keesaan-Nya

Naluriku pun berkata

Indahnya menapaki masa depan yang ceria


Tanggapan

  1. terus ngeblog yah,,, he… aku pertama posting nh…

  2. saya pulang dulu, keep update ya :) jgn kd ingat add d blogrolll lah :D @ suzan jua, kd mau alamat blog beliau

  3. tak ada yang lebih mawar dari puisi
    tuangkanlah anggur perjamuan malam
    aku ingin mereguk kata-katamu hingga mabuk
    dan jangan biarkan malam terbakar oleh siang
    biarkan saja bulan dan bintang-bintang tergantung selamanya di jendela itu
    dalam sujud, aku selalu mencari-cari
    wajahMu

  4. Assalamualaikum. Jangan katakan aku tak pernah berkomentar. Hi..hi

  5. berkunjung neh….

  6. SEJARAH

    aku membaca kisah
    yang menjadi luka sepanjang sejarah
    arak-arakkan kematian seakan segar
    bagai cahaya dalam belukar

    sejarah-ku sejarah-mu
    menjadi akrab dalam luka
    mengikat kita semakin dalam
    membungkus kita semakin kelam
    hingga takada lagi ruang waktu

    ah..entah siapa yang membuat sejarah
    hingga harus kita yang berdarah

    BUAT MU


Beri tanggapan

Your response:

Kategori